Wednesday, December 3, 2014

Luka Terpendam

Oleh: Rini Rahmawati

Cahaya merebahkan diri d'langit senja,
Merah merona kilau mega megah,
Sunyi brpagut sepi,
Gemersik angin hampa mengisi berisik,
Menyusupi tulang2 iga dingin,
Penuh sesak rongga da2,
Suara rindu memekakan hati,
Aq hilang arah menjejak sndiri,
Ditinggal&meninggalkn cinta,
Terpaut rapuh q tnpa harap,
Meng-eja luka yg mngendap,
Sudah brjuta tak jua usai,
Mungkin waktu melipat cpt,
Tpi melambat pelan bagi q,
Luka q tak jua trhapus malah kian brtambah,
Menyibak nelangsa dlm lembaran yg q tulisi,
Temaram samar rupa derita,
Trpuruk luluh di keheningan,
Jeritan merintih2 pilu kesakitan,
Hanya menyeruak dlm hati,
Siapa mau dengar...?
Mungkin tiada lgi peduli,
Luruh meleleh benci&dendam,
Membaur bias cinta d'kegelapan,
Mendung berlayar d'langit senja,
Awan2 brduka dlm kesedihan,
Aq msh diam mendiami kubangan lara,
Hati sudah tak lagi brbentuk,
Hancur mngeping brserakan d'tepian pantai,
D'penhujung cerita penuh nestafa,
Bukan q perlihatkn pd smua mata,
Justru q sembunyikan ini dr smua,
Aq sendiri menanggung,
Menikmati sayatan brdarah hingga puas,
Nampaknya hingga aq lelah,
Atau tak lagi mampu brdiri,
Melanjutkn prjalan yg trhenti,
Setelah singgah pd satu hati yg tak q miliki,
Compang-camping mengais rasa,
Pengemis kata melerai air mata,
Pd senja aq menangis...;-(

No comments:

Post a Comment